DESA HANGGIRA adalah Desa yang selalu didiami oleh orang – orang atau suku yang mempunyai sedikit perbedaan bahasa dan beberapa adat istiadat dalam perkawinansuku Behoa. Penduduk Desa Hanggira adalah perpindahan penduduk dari kampung / Pemukiman Tokerano, Longkea yang terletak di sebelah Barat Desa Hanggira sekarang ini. Kehidupan Desa Hanggira dulu adalah bertani mengola sawa dengan sistem gotong royong/bersama – sama. Sebelum masuknya kepercayaan Nasrani kewilayah ini, penduduk kampung Hanggira menganut kepercayaan Animisme ( menyembah pohon kayu, batu, kuburan dan lain – lain yang dianggap memberikan kehidupan). Pada tanggal 12 April 1934 kampung Hanggira baru terbuka terhadap pemberitaan Injil walaupun Injil sudah masuk diwilayah Behoa sejak tahun 1916. Sejumlah 40 orang kampung Hanggira menerima Pembabtisan.
DESA HANGGIRA adalah salah satu dari 8 Desa di Kecamatan Lore Tengah Kab. Poso yang mempunyai luas wilayah ± 118,24 Ha , berjarak ± 7 Km dari Ibu kota Kecamatan Lore Tengah, dan ± 125 Km dari Ibu kota Kabupaten Poso DESA HANGGIRA berbatasan sebelah utara dengan Desa Baleura, sebelah Selatan dengan Desa Lempe, sebelah barat berbatasan dengan Taman Nasional dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Bariri. DESA HANGGIRA terdiri dari 5 Dusun dan 9 RT dengan jumlah penduduk 1050 Jiwa dengan jumlah KK 312
Wilayah DESA HANGGIRA umumnya daerah pertanian berupa areal persawahan dan perkebunan, maka umumnya masyarakat DESA HANGGIRA bermata pencaharian Pertanian.
Kejadian Penting Desa Hanggira
Dalam sejarah Desa Hanggira, beberapa kejadian penting Desa sebagai berikut:
Tahun 1816 : warga masyarakat Desa Hanggira di landa kelaparan yang luar biasa, sebagian besar
masyarakat mencari nafka dan pindah ke wilayah Gimpu, Pili, dan Lawua Kecamatan Kulawi Kabupaten Donggala.
Tahun 1834 : Terjadi perang suku dengan etnis Bada (Wilayah bagian Selatan)
Tahun 1886 : Penduduk kampung Rano mengungsi ke Desa Hanggira menghindari gangguan dari suku lain.
Tahun 1895 : Penduduk Podondia mengungsi ke Desa Hanggira akibat di landah wabah penyakit yang sangat hebat.
Tahun 1895: Pengaruh misi Penginjilan di Wilayah Behoa dilakukan Pembabtisan pertama kali di Desa Hanggira oleh Pendeta YW. WESEL DEYK.
Tahun 1934: Zending membuka sekolah ( 4 kelas ) yang menampung anak – anak dua Desa yaitu Desa Hanggira dan Desa Lempe.
Alkristianto Torae
06 Januari 2026 06:44:47
Luar biasa "Cagar Budaya Nasional Pokekea". 👍👍👍...